CILEGON — Pagi itu halaman SD Unggulan Uswatun Hasanah, Kel. Samangraya, Kec. Citangkil, terasa berbeda. Bukan hanya derap sepatu siswa yang terdengar, tapi juga suara ramah seorang Bhabinkamtibmas yang datang membawa pesan penting: sekolah harus jadi tempat yang aman.
Rabu (15/07/2026), pukul 08.30 WIB, Bripka Marisco, S.H., Bhabinkamtibmas Kel. Samangraya, berdiri di depan para siswa. Ia bukan datang untuk razia atau penindakan. Ia datang membawa Program Polisi Peduli Pendidikan, salah satu program unggulan dalam Commander Wish Kapolda Banten.
Selama satu jam, suasana kelas berubah jadi ruang diskusi. Bripka Marisco mengajak anak-anak berdialog tentang apa itu bullying. Ia memberi contoh kasus sederhana: mengejek nama, mengambil barang teman, sampai mengucilkan di jam istirahat.
"Tahu nggak, melukai hati orang itu sama sakitnya dengan melukai badan. Makanya kita harus jadi teman, bukan jadi perundung," katanya. Para siswa mengangguk, beberapa bahkan mengacungkan tangan untuk bertanya.
Kapolres Cilegon Polda Banten AKBP Dr. Martua Raja Taripar Laut Silitonga Melalui Kapolsek Ciwandan Polres Cilegon Polda Banten KOMPOL Achri Dwi Yunito Mengatakan Bahwa Kegiatan Ini untuk memastikan Polri tidak berjarak dengan dunia pendidikan. Tujuannya sederhana: mencegah sejak dini dan membangun karakter.
"Kami ingin anak-anak tumbuh dengan rasa hormat dan keberanian untuk bersuara. Kalau ada masalah, laporkan. Polisi ada untuk melindungi," tambah Bripka Marisco.
Kegiatan ditutup dengan sesi foto bersama dan pesan damai. Guru dan pihak sekolah mengapresiasi. Bagi mereka, kehadiran polisi berseragam yang ramah jauh lebih membekas daripada sekadar spanduk anti-bullying.

